PP GKPI BUKIT SION, BATAM




Shalom,
Pertama-tama kami mengucapkan Selamat Datang ke Blog kami yang sangat sederhana ini. Kami seluruh anggota Pemuda Pemudi Pos GKPI BUKIT SION Bida Ayu - Muka Kuning, Batam bersukur, karena kami masih dapat menggunakan media Blog ini sebagai sarana untuk publikasi setiap kegiatan-kegiatan kami. Blog ini kami tujukan khususnya untuk seluruh anggota Pemuda Pemudi Pos GKPI BUKIT SION, Batam dan umumnya untuk seluruh Pemuda Pemudi umat kristiani yang ada di seluruh dunia. Adapun content atau isi dari Blog kami ini adalah sebagian besar tentang kegiatan-kegiatan yang akan kami lakukan ke depan, dan juga kegiatan-kegiatan yang sudah kami lakukan sebelumnya. Disamping itu, Jadwal Pelayanan Ibadah Raya

Renungan Harian, Senin 15 Desember 2008

|

Memanfaatkan Suasana Natal
Efesus 4 : 2; Yakobus 2 : 18

Seorang anak laki-laki terhilang di tengah keramaian sebuah supermarket. Supermarket itu padat dengan orang-orang yang hendak berbelanja barang-barang Natal. Anak laki-laki itu berdiri di tengah yang menuju ke kasir sambil menangis, "Aku ingin bertemu Mama." Melihat anak kecil menangis, banyak orang yang iba dan memberikan sesuatu sekedar untuk menenangkannya. Ada yang memberi uang seribu, ada yang memberi makanan dan ada yang memberi mainan. Tetapi, anak kecil itu tetap menangis. Seorang satpam yang kebetulan tahu siapa mama dari anak kecil ini mendekatnya dan berkata, "Ayo Nak ikut saya, saya tahu di mana Mamamu berada." "Saya juga tahu, Pak. Bapak diam saja ya," jawab anak itu. Anak itu sebenarnya sudah melihat di mana mamanya berada, tetapi karena banyak orang memberi sesuatu kepadanya maka dia terus menangis. Dia memanfaatkan suasana Natal untuk mendapatkan belas kasihan orang bagi kepentingannya sendiri.

Di tempat lain, seorang anggota Panitia perayaan Natal berkata, "Kita buat seragam untuk panitia. Kapan lagi bisa memakai pakaian seragama kalau tidak sekarang." Seperti tidak mau ketinggalan, ketika sebuah komunitas Kristen di sebuah supermarket mengadakan perayaan Natal bersama, seorang aktivis gereja meminta banyak kupon untuk pengambilan bingkisan Natal. Kebetulan dia yang diutus untuk menghadiri pertemuan yang membicarakan rencana perayaan Natal tersebut. Bingkisan Natal itu sengaja disediakan untuk jemaat-jemaat yang kurang mampu dari berbagai denominasi gereja. Tetapi, kenyataannya dari gerejanya yang datang ke perayaan Natal tersebut sebagian besar adalah anggota keluarga aktivis ini.

Berbeda dengan contoh-contoh di atas, sebuah keluarga Kristen memanfaatkan suasana Natal secara benar. Keluarga ini sengaja membuat kue-kue dan memasak sayur serta lauk dalam jumlah yang cukup banyak. Biasanya tetangga-tetangganya, baik yang Kristen maupun yang bukan Kristen akan datang dan memberi ucapan Selamat Natal. Dan kesempatan ini digunakan untuk berbagi, karena kalau hari-hari biasa orang cenderung berpikir negatif atau curiga. Jika ada yang tidak datang karena sedang bepergian, maka di hari-hari berikutnya, dia akan mengirim nasi, lauk dan sayur sepantasnya. Di banyak gereja, di dalam merayakan Natal juga sering mengadakan acara berbagai kasih dengan orang-orang yang tidak mampu atau mengunjungi panti asuhan dan panti werda. Tentu segala sesuatu harus direncanakan dengan baik dan dilakukan dengan hikmat dari Tuhan sehingga tidak membuka peluang bagi orang-orang yang akan memanfaatkannya demi kepentingan mereka sendiri.

Sudahkah kita membuat rencana untuk memanfaatkan suasana Natal dengan benar? Waspadalah supaya kita tidak terjebak memanfaatkan suasana Natal untuk kepentingan diri kita atau kelompok kita sendiri.

DOA

Bapa, aku bersyukur bisa menikmati Natal. Mampukan aku untuk berbagi dengan sesama sehingga mereka pun bisa menikmati Natal. Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin

Kata-Kata Bijak Hari Ini

Meriahnya suasana Natal tak sebanding dengan meriahnya hati TUhan ketika kita mau berbagi kasih.

Mutiara Kata Hari Ini

Hati yang penuh syukur, bukan saja merupakan kebajikan yang terbesar, melainkan merupakan pula induk segala kebajikan yang lain.

Sumber: Manna Sorgawi (Mansor), Desember 2008, No. 129 Tahun XI

0 comments: