PP GKPI BUKIT SION, BATAM




Shalom,
Pertama-tama kami mengucapkan Selamat Datang ke Blog kami yang sangat sederhana ini. Kami seluruh anggota Pemuda Pemudi Pos GKPI BUKIT SION Bida Ayu - Muka Kuning, Batam bersukur, karena kami masih dapat menggunakan media Blog ini sebagai sarana untuk publikasi setiap kegiatan-kegiatan kami. Blog ini kami tujukan khususnya untuk seluruh anggota Pemuda Pemudi Pos GKPI BUKIT SION, Batam dan umumnya untuk seluruh Pemuda Pemudi umat kristiani yang ada di seluruh dunia. Adapun content atau isi dari Blog kami ini adalah sebagian besar tentang kegiatan-kegiatan yang akan kami lakukan ke depan, dan juga kegiatan-kegiatan yang sudah kami lakukan sebelumnya. Disamping itu, Jadwal Pelayanan Ibadah Raya

Renungan Hari Ini, Sabtu, 06 Desember 2008

|

Menjadi Berkat Meskipun Terbatas
Markus 12 : 14 - 44

Seminggu Bersama Palungan - Hari ke 6

Pada malam hari ketika seseorang tinggal di luar rumah, angin dingin akan terasa sangat menusuk. Bagi orang dewasa mungkin hal ini masih bisa diatasi, ia masih bisa menahan rasa dingin tersebut. Tetapi tidak demikian dengan seorang bayi, apalagi bayi yang baru lahir. Bayi tersebut membutuhkan kehangatan dan rasa nyaman. Dapat dibayangkan bagaimana repotnya Maria yang melahirkan di kandang binatang tanpa persiapan perlengkapan bayi. Alkitab menjelaskan bahwa ia membungkus bayinya dengan lampin dan meletakkannya di dalam palungan.

Dalam keadaan yang normal, tak ada seorang ibu pun yang berpikir untuk meletakkan bayinya di tempat makanan ternak seperti palungan. Palungan yang kotor itu hanya digunakan sebagai tempat makanan binatang. Tetapi kondisi yang dihadapi Maria dan Yusuf saat Yesus lahir, telah mendorong naluri seorang ibu seperti Maria untuk melakukan sesuatu yang akan mendatangkan rasa hangat bagi bayinya. Meskipun biasanya palungan hanya dipakai sebagai tempat makanan ternak, tetapi Maria memilih benda kotor itu sebagai dipan bayinya. Maria tidak lagi membatasi fungsi palungan hanya sebagai tempat makanan ternak, tetapi ia menjadikan palungan itu sangat bernilai. Palungan yang umumnya hanya dipakai untuk menampung rerumputan dan makanan ternak lainnya, kini di dalamnya terbaring Sang Putera Allah yang akan menyelamatkan seisi dunia.

Palungan dapat menginspirasi setiap orang Kristen untuk menjadi berkat di dalam keterbatasannya. Sebagian orang tidak melakukan sesuatu yang sifatnya melayani Tuhan dan sesama, hanya karena merasa bahwa kemampuan serta apa yang ia miliki tidak begitu bernilai. Mari kita melihat bagaimana Yesus menilai dan mengomentari janda miskin yang memberikan persembahan dua peser, yaitu satu duit. Ini adalah mata uang Yahudi yang nilainya paling kecil. Banyak orang kaya memberi persembahan dalam jumlah besar tetapi Yesus berkata bahwa janda itu memberi lebih banyak dari semua orang yang sudah memberi. Sebuah ungkapan mengatakan, "Tidak terlalu penting seberapa besar seseorang telah memberi, yang penting berapa banyak yang tersisa setelah ia member." Sekalipun dari segi jumlah pemberian janda itu sangat kecil, tetapi apa yang ia berikan bernilai besar di mata Allah. Janda ini telah belajar menjadi berkat di dalam keterbatasannya, ia tidak menunggu harus memiliki banyak baru memberi.

Kita mendapatkan satu pelajaran penting lagi dari palungan, bahwa kesediaan kita untuk menjadi berkat di dalam keterbatasan, akan membawa pengaruh yang besar bagi pekerjaan Allah. Allah hanya menuntut kesediaan kita untuk memberikan apa yang dapat kita berikan. Jangan lupa bahwa mujizat di mana 5.000 orang laki-laki makan hingga kenyang terjadi karena seorang anak kecil bersedia memberi 5 roti dan 2 ikan yang ia miliki.

DOA

Aku rindu mempersembahkan hidupku agar Engkau pakai seturut kehendakMu Bapa. Berkatilah apa yang sudah kupersembahkan. Dalam nama Yesus aku mohon, Amin.

Kata Kata Bijak Hari Ini

Meskipun kecil, sebiji benih akan berlipat ganda jika ditaburkan dan membusuk jika hanya disimpan.

Mutiara Kata Hari Ini

Saya mencintai kehidupan, tetapi saya tidak takut akan kematian. Namun, sebisa mungkin saya lebih suka meninggal paling belakangan. (Georges Simenon)

Sumber: Manna Sorgawi (Mansor), Desember 2008, No. 129 Tahun XI
Read More..

Renungan Hari Ini, Jumat, 05 Desember 2008

|

Hidup Dalam Kesederhanaan
Mazmur 116 : 6, Roma 12 : 6

Seminggu Bersama Palungan - Hari ke 5

Seorang Filsuf Jepang bernama Toyohiko Kagawa pernah berkata, " Jika seseorang ingin hidup bahagia, ia harus hidup sederhana." Pernyataan ini sangat masuk akal, karena orang yang menyimpan atau memakai barang-barang mewah pasti kuatir barang itu akan rusak atau hilang. Hatinya terbelenggu dengan kemewahan yang dimilikinya. Hidup sederhana atau bersahaja tidak selalu berarti hidup di dalam kekurangan. Orang bisa saja hidup sederhana di tengah-tengah harta dan kekayaan yang melimpah. Hidup sederhana berhubungan dengan sikap hati seseorang terhadap harta benda atau kekayaan yang dia miliki. Orang yang memilih untuk hidup sederhana tidak membiarkan mata dan keangkuhan hidup. Orang yang hidup sederhana dapat mengatur harta miliknya agar bisa membawa dampak positif bagi Kerajaan Allah.

Dewasa ini budaya hidup materialistis dan konsumeristis merupakan tantangan yang cukup berat bagi orang-orang percaya termasuk juga hamba-hamba Tuhan. Budaya hidup yang sangat bertolak belakang dengan pola hidup sederhana ini telah mendorong kita untuk menilai seseorang berdasarkan barang-barang yang ia miliki: rumahnya, mobilnya, merk baju, tas, jam, sepatu atau handphone-nya. Sebenarnya tidak ada larangan untuk menikmati berkat-berkat Tuhan melalui semuanya ini, namun jangan sampai gaya hidup dunia ini membuat kita kehilangan tujuan hidup kita yang sesungguhnya di dalam dunia ini.

Palungan menjadi perenungan bagi setiap orang percaya yang hidupnya dikendalikan oleh dorongan nafsu yang kuat untuk hidup di dalam kemewahan dan menilai harga diri seseorang berdasarkan kekayaan yang ia miliki. Ingatlah bahwa dengan diletakkanNya Yesus di dalam palungan tidak pernah mengubah statusNya sebagai Anak Allah yang mahatinggi. Allah telah mengajarkan kepada kita sebuah pola hidup sederhana yang akan memberikan keleluasaan kepada kita untuk hidup di dalam kehendakNya. Dengan hidup sederhana kita belajar memikirkan kepentingan orang lain dan bermurah hati bagi mereka, kita belajar mengutamakan kepentingan Kerjaan Allah daripada kepentingan diri kita sendiri. Pola hidup sederhana merupakan perwujudan dari sifat penguasaan diri yang kuat di mana kita menang atas ketamakan dan kepentingan diri sendiri.

Akhirnya, renungkanlah cerita berikut ini: Jemaat sebuah gereja yang tidak terlalu besar, bingung hendak memberikan hadiah apa kepada gembalanya yang berulang tahun. Pasalnya gembala mereka selalu memakai baju dengan harga ratusan ribu hinggu jutaan rupiah. Barang-barangnya yang lain seperti jam, handphone dan sepatu juga mahal-mahal. Ironisnya di dalam gerejanya masih ada orang-orang yang berkekurangan. Ingatlah bahwa Juruselamat kita bersedia diletakkan di dalam palungan asalkan misi Allah tergenapi.

DOA

Bapa, jangan biarkan aku dikuasai hawa nafsu sehingga aku mengejar gaya hidup dunia yang bisa menjauhkan aku dariMu. Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin.

Kata Kata Bijak Hari Ini

Kemewahan membuat manusia lupa Tuhannya, keserhanaan membuatnya lupa pada kesenangan dunia.

Mutiara Kata Hari Ini

Teman sejati adalah ia yang merih tangan Anda dan menyentuh hati Anda (Heather Pryor)

Sumber: Manna Sorgawi, Desember 2008, No. 129 Tahun XI
Read More..

Renungan Harian, Kamis, 04 Desember 2008

|

Kerendahan Hati Yesus

Filipi 2 : 5 – 8

Seminggu Bersama Palungan – Hari ke 4

Penyanyi terkenal Britney Spears merencanakan kelahiran anak pertamanya dalam sebuah kemewahan. Dilaporkan bahwa ia memesan kamar di sebuah rumah sakit yang berada di Scottsdale, Arizona, lengkap dengan semua fasilitas untuk kepentingan pribadi. Penyanyi ini menginginkan agar di kamarnya ada bunga mawar putih dan kuning ketika nanti ia melahirkan di sana. Bukan hanya itu, ia juga menginginkan agar semua perawat yang melayaninya diperiksa dulu latar belakangnya. Lain lagi dengan pelantun lagu “Do It Well”, Jennifer Lopez. Sebelum ia melahirkan, sebuah rumah sakit telah menyiapkan kamar eksklusif berlantai kayu yang dilengkapi dengan televise layer datar berukuran besar. Kamar ini sangat mewah disbanding dengan kamar di rumah sakit pada umumnya.

Kisah kelahiran Yesus Sang Putera Allah sama sekali jauh berbeda dengan kisah kelahiran anak-anak para bintang dunia, yang lahir dalam kemewahan. Tidak ada persiapan untuk menyambut kelahiranNya. Janagankan tempat bersalin mewah, sekedar rumah yang layak pun tidak Ia dapatkan. Bahkan ketika Anak itu lahir, Ia hanya diletakkan di dalam sebuah palungan. Sebenarnya Allah bisa memilih seorang wanita dari keluarga bangsawan untuk mengandung PuteraNya, tetapi Allah tidak melakukan itu. Ia memilih seorang wanita sederhana yang tidak memiliki pengaruh yang besar di dalam masyarakat. Allah bisa memberitahukan terlebih dahulu kepada para pemimpin dunia bahwa AnakNya akan lahir, namun Ia tidak melakukannya. Berita keholahiran itu justru pertama-tama diberitahukan kepada kelompok orang yang dianggap hina saat itu, yaitu para gembala dan bukan raja-raja.

Di balik kissah Natal yang sangat dramatis ini ada maksna penting bagi kita, yaitu Allah telah merendahkan diriNya karena Ia ingin menyelamatkan semua maniusia dari golongan dan tingkat ekonomi mana pun. Tidak semua orang dapat pergi melihat seorang anak raja yang lahir di dalam istana yang mewah, tetapi semua orang dapat datang ke dalam kandang yang sederhana dan melihat Seorang Bayi yang diletakkan di dalam palungan. Allah rela merendahkan diriNya dalam kesahajaan agar manusia bisa datang kepadaNya. 2 Korintus 8 : 9 berbunyi, "Karena kamu telah mengenal kasih karunia Tuhan kita Yesus Kristus, bahwa Ia, yang oleh karena kamu menjadi miskin, sekalipun Ia kaya, supaya kamu menjadi kaya oleh karena kemiskinanNya".

Palungan mengingatkan kita akan kesediaan dan keterbukaan Allah kepada semua orang yang ditolak dunia, yang tidak masuk hitungan dan yang dianggap tidak layak. Sebagaimana Yesus Anak Allah itu bersedia lahir di kandang yang kotor dan diletakkan dik dalam palungan. Ia juga bersedia lahir di dalam hati kita yang kotor karena dosa. Ingat palungan, ingat pengorbanan Allah yang sudah merendahkan diriNya demi manusia.

DOA

Yesus, sungguh besar kasihMu pada manusia sehingga Engkau rela merendahkan diriMu. Aku mau mempersembahkan seluruh hidupku padaMu. Dalam nama Yesus, Amin.

Kata-Kata Bijak Hari Ini
Kasih Allah membuatNya datang ke dunia, kerendahan hatiNya membuatNya berada di palungan.

Mutiara Kata Hari ini

Perdamaian tidak dapat dijaga dengan kekuatan. Hal itu hanya dapat diraih dengan pengertian. (Einstein)

Sumber: Manna Sorgawi, Desember 2008, No. 129 Tahun XI Read More..

Renungan Hari Ini, Rabu, 03 Desember 2008

|

Allah Yang Jauh Dan Dekat
1 Korintus 9 : 19 - 20,

Seminggu Bersama Palungan - Hari ke 3

Ibadah umat Allah yang diuraikan dalam Kitab Taurat memperlihatkan ketidak leluasaan seseorang untuk mendekati Allah. Tata cara ibadah diatur sedemikian rupa dan setiap umat yang ingin datang kepada Allah harus melalui perantaraan seorang imam. Pada saat itu pandangan tentang Allah lebih condong kepada Allah yang transenden, yaitu Allah yang sangat jauh dan segala sesuatu tentang Dia ada di luar kesanggupan manusia, membuat manusia takut untuk mendekatiNya. Penulis Kitab Ibrani mengatakan, "Sebab kamu tidak datang kepada gunung yang dapat disentuh dan api yang menyala-nyala, kepada kekelaman, kegelapan dan angin badai, kepada bunyi sangkakala dan bunyi suara yang membuat mereka yang mendengarnya memohon, supaya jangan lagi berbicara kepada mereka, sebab mereka tidak tahan mendengar perintah ini: 'Bahkan jika binatang pun yang menyentuh gunung, ia harus dilempari dengan batu'. Dan sangat mengerikan pemandangan itu, sehingga Musa berkata: 'Aku sangat ketakutan dan sangat gemetar.'" (Ibrani 12 : 18 - 21). Namun puji Tuhan, Allah yang transenden itu dikatakan sekarang ada ditengah-tengah umatNya, "Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia, Immanuel". - - yang berarti : Allah menyertai kita." (Matius 1 : 23 )

Palungan adalah gambaran dimana Yesus Anak Allah mengosongkan diriNya dan lahir sebagai manusia. Dengan bereinkarnasi menjadi manusia, Allah ingin memperkenalkan diriNya sebagai Allah yang imanen, yang bisa didekati tanpa rasa takut yang negatif. Ia bukan Allah yang jauh, tapi Allah yang dekat. Ia bukan Allah yang hanya berpangku tangan dan berdiam diri melihat ciptaanNya, tapi Ia adalah Allah yang peduli kepada ciptaanNya. Tindakan Allah ini bisa dijelaskan dengan satu cerita, di mana ada seorang kaya yang mengadakan pesta jamuan makan yang mewah. Semua pembesar dan orang kaya diundang. Tiba-tiba ada seorang tamu perempuan yang baru datang. Karena kurang hati-hati, ia tersandung dan jatuh sehingga gaunnya kena lumpur. Tuan rumah mengajaknya masuk, tetapi perempuan itu bersikeras tidak mau masuk karena gaunnya kena lumpur. Akhirnya, tuan rumah itu menceburkan dirinya ke dalam lumpur, sehingga pakaiannya kena lumpur. "Nah, sekarang kita sudah sama. Ayo silahkan masuk, " katanya. Tanpa malu lagi perempuan itu pun masuk ke dalam pesta perjamuan. Inilah yang dilakukan Allah dengan menyelamatkan manusia. Ia menjadi manusia untuk berkomunikasi secara langsung dan menanggung hukuman dosa manusia.

Kita harus belajar untuk mengerti bahwa Allah secara bertahap menyatakan diriNya dan rencanaNya di dalam menyelamatkan umat manusia. Rencana dan karya penyelamatanNya menjadi jelas dan nyata dengan kedatangan Yesus sebagai manusia.

DOA

Bapa, sungguh himatMu tak terjangkau bagiku. RencanaMu untuk menyelamatkan umat manusia sungguh sempurna. Dalam nama Tuhan yesus aku berterima kasih. Amin.

Kata-Kata Bijak Hari ini

Kedatangan Yesus ke dunia ini membuktikan bahwa Allah bukan Allah yang jauh namun Allah yang dekat.

Mutiara Kata Hari ini

Musuh yang paling berbahaya di dunia ini adalah rasa takut dan bimbang. Teman yang paling setia, hanyalah keberanian dan keyakinan yang teguh. (Andrew Jackson)

Sumber: Manna Sorgawi, Desember 2008, No. 129 Tahun XI Read More..

BUKTI PENOLAKAN MANUSIA, LUKAS 2 : 7, YOHANES 1 : 11 (RENUNGAN HARIAN, SELASA 02 DESEMBER 2008, SEMINGGU BERSAMA PALUNGAN - HARI 2)

|

Pada tahun 1982 di Lousiana, Amerika Serikat ada pengadilan yang menarik perhatian seluruh negara. Seorang pria dijatuhi hukuman mati karena membunuh keluarganya sendiri. Sementara pria itu menunggu, para pengacaranya berusaha keras untuk meminta pengampunan baginya. Berbagai cara mereka coba untuk menyelamatkan nyawa klien mereka. Waktu terus berjalan dan ketika detik-detik hukuman mati mendekat, harapan mereka untuk mendapatkan pengampunan bagi pria itu mulai pupus. Namun di luar dugaan, setengah jam sebelum pria itu dibawa ke ruang gas, pemerintah Lousiana mengeluarkan surat pengampunan. Para pengacaranya melonjak gembia dan segera menyampaikan kabar gembira itu kepada klien mereka. Tetapi apa yang terjadi, alangkah terkejutnya mereka ketika laki-laki itu menolak pengampunan tersebut. Akhirnya pemerintah memutuskan bahwa pengampunan itu tidak berlaku, kecuali pria tersebut mau menerima pengampunan yang telah diberikan. Tepat tengah malam, pria itu diikat pada sebuah kursi di kamar gas dan beberapa saat kemudian dia meninggal.

Cerita pria di atas merupakan gambaran penolakan manusia terhadap anugerah Allah. Kelahiran Yesus ke dalam dunia ini merupakan bukti nyata anugerah Allah, tawaran besar untuk menyelamatkan manusia yang berdosa. Namun kenyataannya, banyak orang menolak anugerah itu. Bangsa Yahudi sendiri menolak Yesus, mereka tidak percaya bahwa Dialah Mesias yang mereka nanti-nantikan selama ini.

Dapat dipahami bahwa tidak adanya tempat bagi Maria dan Yusuf di rumah penginapan disebabkan karena beberapa faktor: Pertama, Waktu itu terjadi mudik besar-besaran di daerah kekaisaran Romawi karena Kaisar Agustus memerintahkan setiap orang untuk mendaftarkan diri di kotanya masing-masing. Kedua, biaya penginapan yang kemungkinan besar sudah dinaikkan beberapa kali lipat tidak memungkinkan Yusuf yang hanya seorang tukang kayu untuk membayar biaya penginapan tersebut. Mereka terpaksa harus menginap di kandang binatang dan Juruselamat itu pun lahir di kandang dan diletakkan di dalam palungan. Dari sisi manusia, palungan merupakan bukti penolakan manusia. Seandainya Yusuf adalah orang yang cukup berpengaaruh dan memiliki uang yang banyak, kemungkinan ia dan istrinya yang sedang hamil besar tidak akan tinggal di kandang. Dalam kehidupan manusia, uang dan nama besar seseorang mempengaruhi diterima atau tidaknya orang tersebut.

Hari ini janganlagi menolak rencana Tuhan. Anugerah masih tersedia bagimu dan keselamatan ditawarkan dengan cuma-cuma. Berilah tempat yang layak bagi Tuhan di dalam hatimu. Wahyu 3:20 berkata, "Lihatlah, Aku berdiri di muka pintu dan mengetok; jikalau ada orang yang mendengar suaraKu dan membukakan pintu, Aku akan masuk mendapatkannya dan Aku makan bersama-sama dengan dia, dan ia bersama-sama dengan Aku."

DOA

Bapa, aku bersyukur atas kedatangan PuteraMu Yesus Kristus ke dalam dunia ini. Aku menerima Dia sebagai Penebusku. Dalam nama Tuhan Yesus aku bersyukur, Amin.

Kata-Kata Bijak

Tolaklah kejahatan, tetapi jangan pernah menolak anugerah keselamatan dari Allah.

MUTIARA KATA HARI INI

Kebanyakan dari kita tidak mensyukuri apa yang sudah kita miliki, tetapi kita selalu menyesali apa yang belum kita capai. (Schopenhauer)

Sumber: Manna Surgawi, Desember 2008, No. 129 Tahun XI Read More..

BUKTI NYATA KASIH ALLAH, LUKAS 2 : 12, YOHANES 3 : 16 (RENUNGAN HARIAN, SENIN 01 DESEMBER 2008, SEMINGGU BERSAMA PALUNGAN - HARI 1)

|

Setiap tiba bulan Desember, dimana semarak Natal mulai terasa di mana-mana, rasanya belumlah lengkap jika para pengkhotbah atau umat kristiani tidak menyebutkan satu kata penting, yaitu palungan. Kata palungan (Yun. Phatne) adalah tempat makanan ternak, tetapi di dalam Lukas 13 : 15 diterjemahkan juga sebagai "kandang". Kata ini menjadi sangat dikenal di dalam kekristenan karena Sang Juruselamat yang baru dilahirkan itu ditempatkan di palungan. Orang-orang Kristen memberikan banyak makna untuk palungan ini, diantaranya mengingatkan kita akan kasih dan kerendahan hati Allah. Palungan adalah bukti kasih Allah yang begitu besar, karena palungan menjelaskan bahwa ketiadaan fasilitas tidak bisa menghalangi rencana Allah untuk menebus manusia yang berdosa agar mereka dapat kembali kepadaNya. Besarnya kasih dan kerendahan hati Allah, membuat kehinaan lahir di kandang ternak menjadi tidak ada artinya. Sulit sekali untuk melukiskan betapa besarnya kasih Allah kepada manusia sehingga seorang pujangga pernah berkata, "Bila lautan adalah tinda dan langit adalah krtas, maka lautan akan kering dan langit akan penuh tulisan bahkan tidak akan cukup untuk melukiskan kasih Allah yang sangat besar."

Don Richardson di dalam bukunya "Peace Child" atau "Anak Perdamaian" menceritakan pengalamannya ketika melayani Suku Sawi di Irian Jaya, sebuah suku yang saat itu masih memiliki budaya gabungan antara kanibalisme dan pengayauan atau kebiasaan membunuh orang dan mengambil kepalanya. Sebagai misionaris Amerika, Don mengalami kesulitan untuk mengkomunikasikan Injil kepada suku ini. Ada pertentangan antara ajaran kekristenan dengan keganasan Suku Sawi. Agak sulit untuk menceritakan kepada suku ini tentang kasih Allah yang sudah mengorbankan AnakNya bagi keselamatan umat manusia. Akhirnya Don menemukan cara untuk menjelaskan penebusan oleh Yesus melalui konsep yang dimiliki Suku Sawi mengenai "Anak Perdamaian". Di dalam budaya Suku Sawi, mereka akan selalu mencurigai setiap pernyataan yang dilakukan untuk menjalin persahabatan atau menciptakan hubungan damai. Satu-satunya cara agar mereka bia mempercayai niat baik seseorang yaitu, jika seorang pria bersedia menyerahkan anak laki-lakinya kepada para musuh. Analogi tentang "Anak Perdamaian" inilah yang dipakai Don untuk menjelaskan kepada Suku Sawi tentang kasih Bapa sorgawi yang telah menyerahkan Anak TunggalNya untuk memperdamaikan manusia dengan Allah.

Orang Kristen harus memandang palungan sebagai bukti kasih Allah kepada manusia. Kehinaan palungan yang kemudian dilanjutkan dengan penderitaan salib bukanlah tanda ketidakberdayaan dan kemiskinan Allah kita, namun itu terjadi karena kasihNya. Marilah kita mengasihi Dia lebih lagi karena kita percaya bahwa suatu hari kelak kita akan bertemu dengan Yesus bukan lagi di dalam kehinaan palungan, tetapi di dalam kemuliaanNya.

DOA
Bapa, begitu menakjubkan dan mengharukan kasih yang telah Engkau nyatakan kepada manusia yang berdosa. Aku mengasihiMu Bapa. Dalam nama Yesus aku berdoa, Amin.

Sumber: Manna Surgawi, Desember 2008, No. 129 Tahun XI
Read More..